Kamis, 16 Juni 2016

Etika Bsinis Tugas Entrepreneur #3

 
Assalamualaikum wr wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, karena hingga saat ini kita semua masih diberikan nikmat sehat, nikmat panjang umur. Sehingga pada kesempatan kali ini saya dapat menullis sebuah tugas dari mata kuliah Kewirausahaan. Dimana dosen saya memberikan sebuah tugas materi tentang Etika Bisnis dan Pelanggarannya. Berikat saya akan bahas pada kesempatan kali ini

Etika bisnis merupakan etika yang berlaku dalam kelompok para pelaku usaha dan semua pihak yang terkait dengan eksistensi korporasi termasuk dengan para kompetitor. Etika itu sendiri merupakan dasar moral yaitu nilai-nilai mengenai apa yang baik dan buruk serta berhubungan dengan hak dan kewajiban moral. Etika bisnis dijadikan standard dan pedoman bagi para pelaku usaha dalam melaksanakan usaha / bisnis dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan, dan sikap yang profesional.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis adalah:


  1. Pengandalian diri, sikap demikian harus tertanam dalam jiwa pengusaha sehingga bisnis yang dijalankan akan sesuai dengan apa yang diharapkan.
  2. Memperhatikan nilai manfaat, nilai mutu, nilai gizi (makanan), dan komposisi dalam produk.
  3. Tanggung Jawab Sosial (Social Resposibility), pelaku usaha juga harus memperhatikan lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya.
  4. Mempertahankan jati diri, dengan tidak mudah terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
  5. Bersaing yang sehat, pelaku usaha dilarang melakukan kecurangan ataupun tindakan-tindakan yang lain yang tidak sesuai dengan etika bisnis.
  6. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main atau standard operasional yang telah disepakati bersama.
  7. Menumbuhkan sikap saling percaya antara: a) sesama pengusaha; b) partner / karyawan; c) supplier / pemasok; d) pelanggan; e) masyarakat; f) lingkungan hidup; dan g) stakes holder.
  8. Sesuai pada hukum berupa peraturan perundang-undangan.
Pentingnya beretika dalam menjalankan semua kegiatan bisnis anda. Anda harus berhati-hati dalam menjalankan bisnis ataupun profesi. Jika mengabaikan etika, dampaknya pun luar biasa bagi diri sendiri maupun usaha anda. Jangan sampai anda mendapat untung yang tidak seberapa, tapi mungkin bisa yang buntung (dicerca, dituntut, ataupun disomasi).

Pelanggaran Etika Bisnis dalam Praktek Bisnis di Indonesia
Pelanggaran etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis. Untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya banyak perusahaan yang menghalalkan segala cara. Praktek curang ini bukan saja merugikan masyarakat, tapi perusahaan itu sendiri sebenarnya.
Perilaku etis dalam kegiatan berbisnis adalah sesuatu yang penting demi kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Bisnis yang tidak etis akan merugikan bisnis itu sendiri terutama jika dilihat dari perspektif jangka panjang. Bisnis yang baik bukan saja bisnis yang menguntungkan, tetapi bisnis yang baik adalah selain bisnis tersebut menguntungkan juga bisnis yang baik secara moral.
Banyak hal yang berhubungan dengan pelanggaran etika bisnis yang sering dilakukan oleh para pebisnis yang tidak bertanggung jawab di Indonesia. Praktek bisnis yang terjadi selama ini dinilai masih cenderung mengabaikan etika, rasa keadilan dan kerapkali diwarnai praktek-praktek tidak terpuji atau moral hazard.


Pelanggaran etika yang sering dilakukan oleh pihak swasta, menurut ketua Taufiequrachman Ruki (Ketua KPK Periode 2003-2007), adalah penyuapan dan pemerasan. Berdasarkan data Bank Dunia, setiap tahun di seluruh dunia sebanyak US$ 1 triliun (sekitar Rp 9.000 triliun) dihabiskan untuk suap. Dana itu diyakini telah meningkatkan biaya operasional perusahaan. (Koran Tempo - 05/08/2006)
Di bidang keuangan, banyak perusahaan-perusahaan yang melakukan pelanggaran etika. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Erni Rusyani, terungkap bahwa hampir 61.9% dari 21 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ tidak lengkap dalam menyampaikan laporan keuangannya (not available).


Pelanggaran etika perusahaan terhadap pelanggannya di Indonesia merupakan fenomena yang sudah sering terjadi. Contohnya adalah kasus pelezat masakan merek ”A”. Kehalalan “A” dipersoalkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada akhir Desember 2000 setelah ditemukan bahwa pengembangan bakteri untuk proses fermentasi tetes tebu (molase), mengandung bactosoytone (nutrisi untuk pertumbuhan bakteri), yang merupakan hasil hidrolisa enzim kedelai terhadap biokatalisator porcine yang berasal dari pankreas babi.


Kasus lainnya, adalah produk minuman berenergi yang sebagian produknya diduga mengandung nikotin lebih dari batas yang diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Minuman. Kita juga masih ingat, obat anti-nyamuk “H” yang dilarang beredar karena mengandung bahan berbahaya.


Pada kasus lain, suatu perusahaan di kawasan di Kalimantan melakukan sayembara untuk memburu hewan Pongo. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan habitat hewan tersebut untuk digunakan sebagai lahan perkebunan sawit. Hal ini merupakan masalah bagi pemerintah dan dunia usaha, dimana suatu usaha dituntut untuk tetap melestarikan alam berdampingan dengan kegiatan usahanya.
Selain itu, pelanggaran juga dilakukan oleh suatu perusahaan di kawasan Jawa Barat. Perusahaan tersebut membuang limbah kawat dengan cara membakar kawat tersebut tersebut. 


Hal ini menyebabkan asap hitam pekat yang membuat orang mengalami sesak napas dan pusing saat menghirupnya. Perusahaan tersebut disinyalir tidak melakukan penyaringan udara saat pembakaran berlangsung. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar yang berdekatan dengan lokasi pabrik tersebut.

Sekian pembahasan dari saya mengenai Etika bisnis dan pelanggarannya, Semoga dapat menambah ilmu serta wawasan teman-teman dalam hal menjalankan bisnis dengan lebih hati-hati terutama dalam hal Hukum.
Wassalamualikum wr.wb

Rabu, 18 Mei 2016

Menilai serta Membandingkan Produk antar Kelompok Tugas Entrepreneur #2


Assalamualaikum wr wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, karena hingga saat ini kita semua masih diberikan nikmat sehat, nikmat panjang umur. Sehingga pada kesempatan kali ini saya dapat menullis sebuah tugas dari mata kuliah Kewirausahaan. Dimana pada minggu kemarin dosen kami tidak dapat hadir di dalam kelas karena suatu halangan. Walau tidak dapat hadir kami tetap diberikan tugas sebagai pembalajaran kami di mata kuliah ini.
Sempat saya singgung dari tulisan saya sebelumnya bahwa kami (sekelas) mempunyai tugas untuk membuat maupun menciptakan suatu produk dan pada minggu kemarin kami diberikan tugas untuk menilai maupun mengkritisi suatu produk yang telah dibuat oleh kelompok lain.
Berikut adalah penilain dari kelompok kami terhadap produk kelompok lainnya (nila maksimum sebesar 10)

Kelompok 1
Nama Produk : Spaghetti Panggang

Rasanya enak dengan tampilannya pun mernarik dan praktis.Namun, Spaghetti yang disajikan menempel satu sama lain sehingga sulit dipotong untuk kemudian dimakannya.
Nilai yang kami berikan untuk produk ini sebesar 8 

Kelompok 2
Nama Produk : Mimilk

Kami diberikan susu dengan rasa Mocca, namun rasa moccanya tidak terlalu berdominan hanya terasa seperti susu murni biasa. Dan menurut kami rasanya juga terlalu manis sehingga menimbulkan kesan lengket di dalam mulut.
Nilai yang kami berikan untuk produk ini sebesar 8

Kelompok 3
Nama Produk : Shaolin

Rasanya agak asin dan terlalu kering / garing , jadi ketika di kunyah di dalam mulut terasa agak keras. Walaupun konsep produk makanan ini adalah brokoli yang ditepungi, namun rasa serta aroma brokolinya tidak mendominasi. Dalam segi tampilan pun juga kurang menarik.
Nilai yang kami berikan untuk produk ini sebesar 8

Kelompok 4
Nama Produk : Bread Cheese Stick

Rasanya enak, tetapi rasa kejunya terlalu mendominan sehingga sensasi dari rasa sosisnya kurang terlihat dan terasa. Menurut kami rasanya seperti halnya roti goreng keju. Meski dalam segi rasa kurang memuaskan tetapi kelebihannya dalam produk ini adalah dalam hal kemasan yang rapi dan praktis.
Nilai yang kami berikan untuk produk ini sebesar 8

Kelompok 5
Nama Produk : Oreo Tuffle

Rasanya enak serta tampilannya cantik. Namun jika dilihat lagi, mungkin besar oreo tufflenya satu sama lain tidak sama besar. Menurut kami, lapisan cokelatnya agak tebal jadi rasanya sedikit kemanisan  dan harganya pun terlalu mahal untuk ukuran seperti itu dengan harga Rp 5000/butir.
Nilai yang kami berikan untuk produk ini sebesar 8

Kelompok 6
Nama Produk : Egg Hole

Rasanya enak, tetapi sejauh ini hanya terlihat seperti sandwich biasa. Perbedaannya, egg hole pada bagian telurnya berada di lubang yang dibuat di roti. Bukan menjadi isian seperti sandwich pada umumnya.Tidak ada tempat yang memadai untuk menaruh makanannya, jadi agak sulit untuk memakannya dengan rapi
Nilai yang kami berikan untuk produk ini sebesar 8,5

Kelompok 7
Ini merupakan Kelompok kami dengan produk Makroni Ngeupet


Kelompok 8
Nama Produk : Unyul

Rasanya pas tidak terlalu manis dan enak. Seperti ada rasa biskuit cokelat di adonan pudingnya. Dari segi penampilan mungkin tempatnya terlalu besar tidak seimbang dengan besar agarnya.
Nilai yang kami berikan untuk produk ini sebesar 8,5

Sekian tulisan saya beserta kelompok 7 ini , semoga tulisan serta hasil diskusi dari kelompok kami bisa bermanfaat bagi para pembaca. Sekian dan terimakasih

Jumat, 08 April 2016

Pengaplikasian Strategi SWOT #Kuliah 6


Assalamualaikum wr wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, karena hingga saat ini kita semua masih diberikan nikmat sehat, nikmat panjang umur. Sehingga pada kesempatan kali ini saya akan menulis sebuah hasil pembelajaran saya di kuliah yang ke-6  ini. Setelah di kuliah sebelumnya saya membahas tentang teori analysis SWOT, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang penerapan/pengaplikasian SWOT di dalam dunia bisnis.

Di dalam kenyataannya, pengaplikasian analisis SWOT merupakan :
Bagaimana Strength (kekuatan) dapat mengambil keuntungan dari Oppurtunity (peluang) yang ada.
Bagaimana mengatasi Weakness (kelemahan) yang dapat mencegah keuntungan dari Oppurtunity (peluang) yang ada.
Bagaimana Strength(kekuatan) mampu menghadapi Threat ( Ancaman ) yang ada.
Bagaimana  mengatasi Weakness (kelemahan) yang mampu membuat ancaman menjadi nyata/ menciptakan sebuah ancaman baru.

Saya beserta kelompok diminta untuk mempresentasikan tentang produk apa yang ingin kita jual, dan alhamdulillah kami telah berhasil membuat suatu produk makanan ringan berupa makroni goreng dengan banyak varian rasa, kurang lebih higga saat ini ada 9 varian rasa.

Di kritisi oleh dosen kami bahwa kesalahan dalam produk kami adalah mengenakan logo/lambang gambar binatang babi pada bungkus kemasan yang dapat menimbulkan kontroversi atas produk kami dalam segi kehalalan produk.
Disitulah sisi kelemahan produk kami yang telah di kritisi oleh dosen kami. Tidak hanya itu saja kami juga tidak mencantumkan label ingridents akibatnya kurang rasa kepercayaan konsumen  terhadap bahan baku yang digunakan dalam membuat produk kelompok kami.

Sekian dari kuliah yang ke 6, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum wr.wb

Rabu, 06 April 2016

Rencana Bisnis ( Business Plan) # Kuliah 5


Assalamualaikum wr wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, karena hingga saat ini kita semua masih diberikan nikmat sehat, nikmat panjang umur. Sehingga pada kesempatan kali ini saya akan menulis sebuah hasil pembelajaran saya di kuliah yang ke-5  ini. Berbeda dari minggu-minggu sebelumnya dimana selama 2 kali pertemuan, kita masih membahas tentang lika-liku UKM dan Entrepreneurship. Kali ini kita (kelompok 7) dimintan untuk menuyusun sebuah business plan / rencana bisnis.

Tentu bukan hal mudah dalam menjalankan sebuah bisnis yang akan dimulai, butuh pemikirin yang matang serta ide-ide kreatif, konsep-konsep pun juga diatur sedemikian rupa, sehingga dapat meminimalisir efek negatif dari bisnis tersebut.

Sebelum memulai Business Plan tersebut, dosen pembimbing saya meminta agar kami membuatkan sebuah proposal, sebagai berikut :

 "Bentuk Formal Bisnis Plan"

  • Halaman depan
  • Daftar Isi
  • Rangkuman Eksekutif 
  • Penjelasan Tentang Perusahaan
  • Pemasaran
  • Barang dan Jasa yang di hasilkan ( Tahapan & Proses Produksi)
  • Usaha meningkatkan penjualan
  • Permodalan
  • Lampiran
Di dalam proposal tersebut juga berisikan tentang :
  1. Pemilihan bahan baku
  2. Cara Pembuatannya
  3. Waktu yang diperlukan
  4. Jumlah yang dihasilkan
  5. Jumlah Pegawai yang diperlukan
  6. Tahapan proses produksi
  7. Evaluasi
Proposal ini dikirimkan oleh masing-masing ketua kelompoknya via email dengan format (*doc).



Setelah kelompok kami menentukan bisnis apa yang akan kita jalani, maka kita harus mempertimbangkan serta memikirkan konsep Analisis SWOT :

S = Strengths / Kekuatan
       Merupakan suatu pertimbangan tentang kekuatan apa yang dimiliki oleh produk kami, sehingga mampu bersaing dengan produk lainnya. Dan berakibat pada peningkatan penjualan produk kami.

W = Weaknesess/ Kelemahan
        Merupakan suatu daftar kelemahan yang dimiliki dari produk kami, sehingga menimbulkan hal negatif terhadap produk kami. Dan berakibat pada penurunan penjualan pada produk kami

O = Opportunities / Kesempatan
       Merupakan suatu pertimbangan untuk mengembangkan produk kami dengan melihat berbagai peluang di lingkungan luar dan berpengaruh untuk memajukan serta mengembangkan produk kami

T = Threats
       Merupakan suatu pertimbangan untuk menganalisa ancaman dari luar terhadap produk kami, sehingga dapat menimbulkan kemunduran bagi produk kami.

Sekian pembelajaran yang dapat kita petik di kuliah saya yang ke-5 kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembacanya.
Wassalamualaikum wr. wb.

Masih Bingung memilih Entrepreneur atau UKM? Ini Bedanya #Kuliah 4



Assalamualaikum wr wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, semoga kita tetap berada di dalam lindungan Allah SWT. Pada kesempatan kali ini saya akan menulis sebuah hasil pembelajaran saya di kuliah yang ke-4 kali ini, dimana pada tulisan kali ini merupakan sebuah lanjutan dari tulisan sebelumnya (#Tugas Entrepreneur 1). 

Pada tulisan saya sebelumnya kita telah mengenal bahwa yang menentukan seseorang berjiwa entrepren atau bukan adalah cara pandang dan sikap seseorang dalam melihat masa depan. Suatu tujuan apa yang harus seseorang lakukan untuk hidupnya kelak di hari tua. Atau mungkin kesiapan dalam melihat peluang di masa depan.

Jika teman-teman masih keliru ataupun bingung ingin memilih menjadi Entrepren ( pembisnis) atau memiliki sebuah UKM berikut ringkasan lengkap yang di berikan oleh dosen pembimbing saya :

1. Tujuan
    Dalam segi tujuan menjalankan usaha tersebut seorang pemilik UKM hanya bertujuan untuk mempertahankan hidup serta menafkahi keluarganya, sedangkan seorang Entrepren bertujuan untuk mengembangkan, berinovasi serta berekspansi terhadap bisnis yang ia jalani.

2. Jam Terbang
    Dalam mengelola suatu usaha diperlukan perjalanan waktu yang tidak sebentar, semuanya butuh proses hingga mencapai suatu titik klimaks (puncak). Biasanya seorang Entrepren memiliki pengalaman dalam mengelola bisnis lebih lama, bahkan hingga puluhan tahun. Adanya kemampuan, keterampilan, serta pengalaman yang cukup lama, menjadikan seorang Entrepren tidak mudah tertipu dalam hal Usaha maupun berbisnis. Berbeda dengan pemilik UKM, jam terbang mereka di kisaran beberapa tahun saja, artinya tidak cukup lama dibandingkan dengan seorang Entrepren. Ini menjadi kan dimana seorang pemilik UKM memiliki peluang tertipu lebih besar di banding Entrepren dalam hal berbisnis.

3. Hasil
    Jika kita berbicara hasil, sangat jelas perbeedaan di antara keduanya, dimana seorang pemilik UKM biasanya bersistem pada hasil jangka pendek. Artinya dari hasil yang ia dapatkan selama berjualan ia habiskan saat itu juga. Tentu berbeda dari seorang Entrepren dimana hasil yang mereka dapatkan bersifat jangka panjang, mereka tidak menghabiskan secara langsung hasil yang mereka dapatkan. Sebagian besar Entrepren menggunakan hasil tersebut biasanya untuk membuka usaha yang baru, atau pun mengembangkan bisnisnya di masa depan.

4. Modal
    Faktor ini lah yang tentunya sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya suatu bisnis. Biasanya Modal membangun sebuah UKM lebih sedikit / kecil bila dibandingkan dengan Entrepren. Akibat perbedaan tersebut maka mengakibatkan dalam hal pendapatan. Biasanya dengan modal yang besar maka pendapatannya akan besar pula begitu juga sebaliknya.



Ada kalimat mutiara yang tercurah dari dosen pembimbing saya , yang mengetuk para mahasiswa beliau satu kelas khususnya saya sendiri, Beliau berkata bahwa "waktu merupakan biaya yang dikeluarkan dalam beberapa upaya untuk sebuah investasi" artinya adalah dalam menjalankan hidup ini, serta menghabiskan waktu, semuanya adalah terhitung investasi kita di masa yang akan datang. Seperti : Ilmu dll.

Sekian pembelajaran dari mata kuliah saya yang ke-4.
Wassalamualaikum wr wb.
  

Selasa, 29 Maret 2016

Perbedaan Enterepreneur dengan UKM ( Usaha Kecil Menengah ) Tugas Entrepreneur #1




Assalamualaikum wr.wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, karena pada kesempatan kali ini saya masih diberikan umur panjang untuk bisa menulis blog ini di kuliah saya yang ke-3 ini . Di kuliah yang ke-3 ini saya beserta kelompok akan merangkum serta membahas perbedaan antara Entrepreneur ( Pengusaha ) dengan UKM ( Usaha Kecil Menengah ) dimana saya dan kelompok diminta oleh dosen pembimbing saya untuk terjun langsung ke lapangan dan bisa berwawancara dengan salah satu pemilik UKM, beliau adalah seorang Tukang Susu Kedelai.

Beliau adalah seorang pemilik UKM Susu Kedelai bernama Salman Soedibjo (42), Beliau berjualan susu kedelai sejak 5-6 tahun silam, kurang lebih pada tahun 2010. Sebelum beliau terjun ke dunia UKM, beliau adalah seorang supir metromini yang telah bekerja selama 10 tahun. Latar Belakang beliau adalah Beliau merupakan tamatan Sekolah Dasar (SD) dilahirkan dari keluarga sederhana, saat ini beliau memiliki satu rumah cukup layak di daerah Depok, memiliki 1 orang istri dan 4 orang anak. Beliau bercererita alasan meninggalkan kehidupan sebagai supir metromini, dikarenakan :

  • Adanya kejenuhan dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
  • Adanya keinginan untuk hidup yang lebih baik lagi, terutama dalam sektor ekonomi
  • Tuntutan menafkahi keluarga
Dan ini sedikit informasi dari beliau megenai UKM yang saat ini ia tekuni :

  1. Modal untuk membangun UKM ini adalah modal yang ia kumpulkan dari menjadi supir metromini selama 10 tahun itu.
  2. Modal awal untuk membangun UKM tersebut 3-4 juta (tahun 2010)
  3. Dalam sehari beliau dapat menjual 200-250 porsi susu kedelai.
  4. Laba kotor perhari 550-600 ribu atau dengan kata lain Laba bersihnya sekitar 200-300 ribu per hari.
Lingkungan tempat tinggal serta kerabat-kerabat beliau juga UKM seperti beliau hanya saja jenis usaha yang dijalankannya berbeda. Dalam segi pendidikan pun tidak berbeda jauh dengan beliau.

Selanjutnya saya akan mengambil salah satu tokoh inspiratif saya beserta kelompok yaitu seorang Entrepreneur asal Indonesia yang bernama Anthony Salim.



Anthony Salim atau biasa dikenal dengan nama Liem Hong Sien, merupakan salah satu orang yang masuk kedalam 10 Tokoh  Bisnis yang paling berpengaruh pada tahun 2005 oleh Warta Ekonomi.
Predikat itu diberikan kepada dirinya karena keberhasilannya membangun kembali Salim Group, yang saat itu mengalami kegagalan akibat krisis ekonomi di tahun 1998. Anthony Salim lahir dari keluarga yang tergolong mapan, Ayahnya Sudono Salim adalah pemimpin dari Salim Group yang akhirnya diteruskan oleh Anthony Salim sendiri.

Salim Group sebenarnya telah mengalami masa keemasannya sebelum krisis moneter di tahun 1998. Bahkan majalah Forbes pernah menobatkan pendiri Salim Group tersebut sebagai orang terkaya di Indonesia. Namun saat krisis moneter melanda perusahaannya, Salim Group banyak memiliki hutang hingga mencapai 55 triliyun rupiah. Anthony Salim yang pada waktu itu memegang kekuasaan harus melunasi hutang-hutangnya dengan menjual beberapa perusahaan yang dimilikinya di antaranya PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA, dan PT Indomobil Sukses Internasional.


Meskipun demikian Anthony Salim memiliki beberapa perusahaan besar yang tidak dia jual. Perusahaan tersebut antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills. Kedua perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil mie instant dan tepung terigu terbesar di dunia.

Berkat usahanya membangun perusahaan mie instant dan tepung terigu Anthony Salim pernah dinobatkan sebagai taipan terkaya nomor 3 di Indonesia oleh majalah Globe Asia. Dimana kekayaannya mencapai 27 triliyun rupiah. Hal ini dikarenakan Anthony Salim memiliki banyak saham baik listed maupun non listed.

Perusahaan paling penting yang dimiliki oleh Anthony Salim adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills. Produknya telah terkenal di masyarakat Indonesia bahkan dunia. Contohnya saja adalah mie instant. Pasti kebanyakan orang di Indonesia sudah banyak yang mengenal mie instant indomie, supermie, dan sarimie. Ketiga jenis mie ini pernah menjadi favorit banyak orang di Indonesia. Selain itu produk Tepungnya seperti bogasari segitiga biru, kunci biru, dan cakra kembar, mendominasi pemasaran di pasar Indonesia. Bahkan minyak goreng Bimoli dan Simas Palmia juga milik Anthony Salim. Tak kalah dengan produk susu yang telah lama dikenal yaitu Indomilk. Adalah produk dari PT Indolakto yang merupakan anak perusahaan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills.



Dalam masalah bisnis Anthony Salim memiliki prinsip bisnis untuk PT Indofood. Prinsipnya adalah Anthony Salim ingin tetap PT Indofood tetap berinovasi dan berekspansi. Bahkan untuk mendukung prinsipnya itu Anthony Salim bekerja sama dengan  Nestle S.A untuk memperbesar pangsa pasar yang semakin sulit untuk ditembus. Untuk melancarkan bisnisnya tersebut, Anthony Salim berani untuk menyetor sebanyak 50% dari saham. Strateginya dalam memimpin perusahaan tergolong berhasil. Dia yakin dengan adanya komunikasi yang baik dengan karyawan maka kinerja perusahaan bisa fokus dan menghasilkan.

Dalam kisah dua tokoh yang berbeda diatas, kami dari kelompok 7 ingin memberikan sebuah kesimpulan perbedaan diantara dua tokoh tersebut. Yaitu antara pemilik UKM dengan Entrepreneur sejati adalah :

1. Capital ( Modal )
    Pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa modal adalah hal yang paling utama dan sangat menentukan besar kecilnya perusahaan atau pun usaha yang kita tekuni. Sebagai contoh dimana Bapak Salman yang hanya pedagang susu kedelai hanya mendapatkan modal untuk membuka sebuah UKM dari menjadi seorang supir metromini selama 10 tahun. Lain halnya dengan Anthony Salim dimana beliau mendapatkan dua buah ibu perusahaan dari Ayahnya. Dimana omset kedua perusahaan tersebut mencapai triliyunan rupiah.

2. Revenues (Pendapatan)
    Pendapatan adalah satuan ukur besar kecilnya suatu bisnis/usaha. Biasanya dalam jangka waktu sehari saja para UKM hanya mengantongi pendapatan < 1 juta. Berbeda halnya dengan entrepreneur / pembisnis dimana dalam jangka waktu sehari mereka dapat menghasilkan puluhan hingga milyaran rupiah.

3. Goal ( Tujuan )
    Terlihat jelas diantara UKM dan seorang entrepreneur dimana tujuan mereka memulai bisnis sangat berbanding terbalik. Jika pemilik UKM / seperti halnya bapak Salman mereka berbisnis hanya sekedar agar dapat makan sehari-hari atau bisa menafkahi keluarga, tanpa berfikiran untuk mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. Berbeda dengan seorang Entrepren kebanyakan dari mereka berbisnis adalah untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi orang lain serta mengembangkan bisnis tersebut ke bisnis lainnya. Akibat akan hal itu bisnis seorang Entrepren terlihat lebih cepat maju dan berkembang.

4. Experience (Pengalaman)
    Tentu saja berbeda seseorang yang telah menggeluti bisnisnya selama bertahun-tahun dengan yang hanya baru beberapa tahun saja. Adanya pengalaman di lapangan, membutuhkan jam terbang yang panjang. Kita ambil contoh perusahaan yang keluarga Salim Pimpin sejak 1972 hingga sekaran ini. berbeda dengan Pak Salman yang baru memegang usahanya sekitar 5-6 tahun.

5. Organization (Organisasi)
    Biasanya bagi pembisnis-pembisnis kelas kakap atau pembisnis besar di dalam struktur keorganisasiannya pun, dibuat sedemikian rupa kompleks serta rapih dan terukur. Semua pekerjaan dijalankan berdasarkan kemampuan di bidangnya sesuai dengan pekerjaan masing-masing. Berbeda dengan pemilik UKM dimana tidak dapat struktur keorganisasian, semua pekerjaan di pegang dan dijalankan sendiri, tanpa memiliki team atau apapun itu.

6. Employee (Karyawan)
   Biasanya yang menentukan dia seorang entrepren atau bukan adalah bahwa ia yang memiliki bisnis tersebut, tetapi dia tidak ikut serta menjalankannya. Seorang Entrepren mimiliki karyawan / bawahan dengan kata lain dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya mereka sangat membutuhkan orang lain yang lebih ahli di bidangnya, lain halnya dengan UKM dimana pemilik sekaligus yang menjalankan bisnis tersebut, tidak ada karyawan, semuanya dijalankan sendiri.

Sekian pembelajaran sedikit dari kelompok 7.
Wassalamualikum wr.wb



Senin, 21 Maret 2016

Organda Vs Angkutan Berbasis Aplikasi #Kuliah 2


Assalmualikum wr.wb

Salam sejahtera bagi kita semua, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah pengetahuan sekaligus pembelajaran bagi kita semua, setelah apa yang saya dapatkan serta pahami pada kuliah yang ke-2 kali ini.

Pada tulisan saya sebelumnya kita semua telah mengetahui dengan benar "siapa sih Entrepreneurship itu?" Jika kita review kembali ke tulisan saya sebelumnya Entrepreneurship adalah seseorang yang berhasil menciptakan uang tanpa digaji/di upah oleh siapapun serta dapat menciptakan lapangan perkerjaan bagi orang lain.

Namun, di lain sisi Entrepreneurship juga dapat dikatan sebagai seseorang yang dapat melihat potensi / bisnis di masa yang akan datang. Artinya adalah bahwa seorang entrepren harus bisa membaca situasi ataupun peluang bisnis apa, yang akan dia kerjakan di kemudian hari ataupun di masa depan.



Pada Era sekarang ini, dimana teknologi sudah berkembang sangat pesat dari sebelumnya. Segalanya bisa didapatkan dengan mudah hanya dengan memegang sebuah smartphone yang terhubung pada jaringan internet. Hal ini di manfaatkan oleh salah seorang CEO  dari pendiri Angkutan berbasis aplikasi ini, kita lebih mengenalnya dengan ojek online. Mereka memasukkan atau mengkombinasikan antara jasa transportasi dengan internet serta ilmu Informatika. Mereka menghubungkan di mana customer (pelanggan) dapat memesan jasa transportasi hanya dengan sebuah aplikasi yang ada di smartphonenya, setelah itu jasa transportasi akan mendatangi customer tersebut. Tak hanya ojek saja, salah satu perusahaan Ojek online mengembangkan jasa transportasinya ke tingkat yang lebih tinggi, misalnya saja Angkutan Mobil online atau kita mengenalnya dengan Grabcar di Indonesia.


Lalu bagaimana nasib Organda (Organisasi angkatan Darat) di Indonesia ini? Haruskah dimatikan, setelah bertahun-tahun menemani kita sebagai jasa transportasi di Indonesia?

Memang jika dalam konteks di atas kita dapat mengkritisi bahwa Grabcar maupun taxi uber lebih banyak memiliki keunggulan dibandingkan taxi Organda. Pertama, dalam segi efisiensi. Kedua, lebih mudah di dapat. Kemudian yang terakhir biaya / ongkos yang lebih murah.

Kenapa Bisa Lebih Murah Taxi Online dibanding taxi organda?
Ya, tentu saja ini dikarenakan taxi organda berbasis organisasi, karena ia berbasis organisasi maka profit  yang dihasilkan dibagi juga untuk organisasinya. Beda halnya seperti Taxi Online dan taxi uber lainnya, mereka tidak berbentuk sebuah organisasi. Nah, karena tidak berbentuk organisasi, maka profit yang dihasilkan sempurna, tidak perlu dibagikan kepada organisasi. 

Namun hal yang membuat perdebatan seperti sekarang ini adalah taxi online tidak termasuk kedalam organda, jika tidak termasuk ke dalam organda maka mereka juga tidak perlu membayar pajak kepada pihak pemerintah. Nah karena alasan ini juga mengapa Taxi online lebih murah dibandingkan dengan  taxi organda. Jika taxi organda semakin lama, semakin tidak dapat bersaing dengan taxi online maka kemunkinan nama taxi organda pun akan semakin meredup.

Lantas bagaimana CEO / Pendiri angkutan berbasis aplikasi ini mendapat keuntungan?
Pasti, diantara kalian masih bingung darimana mereka mendapatkan keuntungan, padahal keuntungan yang di dapat adalah untuk supir/ojek online tersebut. Nah para pendiri ini mendapatkan keutungan dari pengguna aplikasi tersebut jadi, sistemnya adalah semakin banyak pengguna aplikasi angkutan online ini maka semakin banyak profit yang ia hasilkan.




Banyak pelajaran yang kita dapat ambil dari para pembisnis Ojek Online bahwa kita harus lebih jelih atau pun kritis dalam melihat sebuah peluang bisnis di masa mendatang. Pada akhirnya tidak ada grafik mendatar kesamping bagi pengusaha / pembisnis, yang ada hanya grafik lurus ke atas.

Jika kita masih ragu untuk memulai usaha atau tidak, lebih baik teman-teman pikirkan lagi mau jadi apa kelak kita di umur 40-60 thn. Apakah hanya mengandalkan uang pensiun yang bekerja dari pagi hingga malam dan berhenti bekerja pada umur 50 thn. Kita harus berani membuat hal yang baru, harus berani bermimpi, dan harus berani mendapatkan mimpi kita imajinasi kita serta angan-angan kita.

Sekian tulisan dari saya pada kuliah ke-2 kali ini, Assalamualaikum wr.wb 

Kamis, 03 Maret 2016

Siapa Entrepreneurship itu? #Kuliah 1



Entrepreneurship (wira usahawan) adalah seseorang yang berhasil menciptakan uang tanpa di gaji / diupah oleh siapapun yang dilakukan oleh seseorang maupun organisasi dan bisa menciptakan lapang pekerjaan yang baru bagi orang lain. Tidak mudah untuk bisa menjadi seorang wirausaha, itu dikarenakan seorang wirausaha harus mengetahui dengan benar keahlian apa, dan passion apa yang dimiliki di dalam dirinya sendiri, agar usahanya dapat berkembang dan memberikan kemajuan.

Di Indonesia sendiri telah banyak pengusaha-pengusaha yang sukses menggeluti usahanya hal itu dikarenakan mereka semua menjalankan usahanya sesuai dengan passion / minat bakat yang tertanam dalam dirinya sendiri. Dan untuk menjadi seorang wirausaha seseorang harus memiliki jiwa wira usaha. Jika tidak memiliki hal tersebut maka usahanya pun tidak akan dapat berkembang ataupun memberikan kemajuan apapun.

Kebanyakan orang di Indonesia hanya melihat dengan sebelah mata bahwa seorang wirausaha (pembisnis) itu pasti sukses, banyak uang, banyak mobil, hidup mewah dll tanpa mereka ketahui, bahwa perjuangan mengembangkan suatu bisnis dari angka NOL hingga SUKSES membutuhkan perjuangan yang amat menyakitkan. Dalam mengembangkan sebuah usaha /bisnis dibutuhkan sifat disiplin, pantang menyerah, inovatif dan kreatif yang tinggi, serta tidak tertutup pada perkembangan teknologi.

Pada era sekarang ini, dimana teknologi telah melalui perkembangan yang sangat pesat dan juga canggih.  Adanya kemajuan di bidang komunikasi ini memang memberikan dampak positif bagi masyarakat yang menggunakannya. Adanya kemudahan dalam melakakukan komunikasi pada saat ini, ternyata dijadikan sebuah peluang bisnis bagi para wira usahawan untuk meluncurkan ide-ide baru ataupun mengembangkan bisnisnya. Misalnya saja Ojek Online dimana mereka memanfaatkan suatu kecanggihan teknologi yang bisa dikombinasikan dengan jasa ojek. Sungguh ide yang brilliant dengan melihat peluang bisnis secara detail dan kritis.

Nah, dengan adanya kecanggihan teknologi tersebut, mungkin masyarakat saat ini sebagian besar mengenalnya dengan Internet. Semua bisa di akses dengan mudah tidak diharuskan menggunakan komputer tetapi bisa juga dengan Laptop, bahkan smartphone yang ukurannya lebih kecil bila dibandingkan dengan komputer. Hal ini menjadikan para pengusaha-pengusaha sekarang ini bisa menghasilkan uang hanya dengan berdiam diri didalam rumah saja. Tiap detik yang mereka habiskan dibayar dengan uang padahal hanya berdiam diri saja. Mereka hanya perlu mengembangkan bisnisnya lewat internet yang di akses hanya dengan sebuah Smartphone.

Menjadi Pembisnis? Harus kah?

Pertanyaan yang sederhana tapi sangat mendalam. Pembisnis / entrepreneurship adalah seseorang yang menginginkan kehidupan financial yang lebih baik tanpa terpaku pada gaji pokok atau pun uang pensiun dan tanpa harus bekerja 8 jam setiap harinya tidak memiliki atasan ataupun seorang boss. Seorang wirausaha tidak diharuskan memiliki jenjang pendidikan yang tinggi, tidak harus Sarjana (S1), Master Magister (S2), Bahkan S3, tetapi setiap orang bisa dan mampu menjadi seorang wirausaha. Tidak diharuskan dari lulusan Akuntansi atau pun Manajemen, tetapi dari lulusan apapun bisa menjadi seorang entrepreneurship.

Sebenernya tidak di haruskan pula setiap orang menjadi pengusaha, hanya orang-orang yang ingin mempernbaiki keadaan financialnya saja. Sebagian besar orang menganggap bahwa berbisnis itu membutuhkan Capital / Modal yang besar. Hal ini tentu menjadi peresepsi dan pandangan setiap orang menjadi salah terhadap suatu Bisnis. Tanpa banyak kita ketahui, ternyata berbisnis itu tak selamanya membutuhkan modal yang besar.

Tanpa kita sadari bahwa menjadi seorang wirausaha adalah pekerjaan mulia. Kenapa?



Karena dengan kita berwirausaha kita membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain. Bukan malah menghabiskan lapangan pekerjaan yang sudah sempit seperti sekarang ini, dengan persaingan yang sangat ketat dan terbatas. Tanpa kita sadari dengan kita berwirausaha kita dapat mengembangkan SDM di Indonesia ini. Terlebih lagi di tahun 2016 ini telah terjadi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) di mana tenaga kerja asing bebas keluar masuk Indonesia dan memperparah persaingan antar tenaga kerja di Indonesia.

Jika bisnis yang dijalankan sudah berkembang dan telah mengalami kemajuan, maka seorang Pengusaha dapat dikatan sebagai Entrepreneurship sejati, jika seorang wirausaha dapat menciptakan wirausahawan-wirausahawan yang baru. Jika tidak dapat menciptakan Entrepren-Entrepren yang baru maka seorang wirausaha belum dapat dikatakan sebagai Entrepreneurship sejati. Hal ini tentu tidak mudah dibutuhkan leader yang berkualitas dengan jiwa wirausaha yang tinggi.

Disamping itu dari beberapa perusahaan yang sudah berkembang pesat, mereka tidak melupakan tentang bersedekah, akan jati dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Biasanya perusahaan-perusahaan itu memberikan sumbangan sebagian dari profit mereka kepada tempat ibadah, Panti Asuhan dll.

Sekian dari saya, terima kasih telah membaca tulisan ini. See you next time...