Salam sejahtera bagi kita semua, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah pengetahuan sekaligus pembelajaran bagi kita semua, setelah apa yang saya dapatkan serta pahami pada kuliah yang ke-2 kali ini.
Namun, di lain sisi Entrepreneurship juga dapat dikatan sebagai seseorang yang dapat melihat potensi / bisnis di masa yang akan datang. Artinya adalah bahwa seorang entrepren harus bisa membaca situasi ataupun peluang bisnis apa, yang akan dia kerjakan di kemudian hari ataupun di masa depan.
Pada Era sekarang ini, dimana teknologi sudah berkembang sangat pesat dari sebelumnya. Segalanya bisa didapatkan dengan mudah hanya dengan memegang sebuah smartphone yang terhubung pada jaringan internet. Hal ini di manfaatkan oleh salah seorang CEO dari pendiri Angkutan berbasis aplikasi ini, kita lebih mengenalnya dengan ojek online. Mereka memasukkan atau mengkombinasikan antara jasa transportasi dengan internet serta ilmu Informatika. Mereka menghubungkan di mana customer (pelanggan) dapat memesan jasa transportasi hanya dengan sebuah aplikasi yang ada di smartphonenya, setelah itu jasa transportasi akan mendatangi customer tersebut. Tak hanya ojek saja, salah satu perusahaan Ojek online mengembangkan jasa transportasinya ke tingkat yang lebih tinggi, misalnya saja Angkutan Mobil online atau kita mengenalnya dengan Grabcar di Indonesia.
Lalu bagaimana nasib Organda (Organisasi angkatan Darat) di Indonesia ini? Haruskah dimatikan, setelah bertahun-tahun menemani kita sebagai jasa transportasi di Indonesia?
Memang jika dalam konteks di atas kita dapat mengkritisi bahwa Grabcar maupun taxi uber lebih banyak memiliki keunggulan dibandingkan taxi Organda. Pertama, dalam segi efisiensi. Kedua, lebih mudah di dapat. Kemudian yang terakhir biaya / ongkos yang lebih murah.
Kenapa Bisa Lebih Murah Taxi Online dibanding taxi organda?
Ya, tentu saja ini dikarenakan taxi organda berbasis organisasi, karena ia berbasis organisasi maka profit yang dihasilkan dibagi juga untuk organisasinya. Beda halnya seperti Taxi Online dan taxi uber lainnya, mereka tidak berbentuk sebuah organisasi. Nah, karena tidak berbentuk organisasi, maka profit yang dihasilkan sempurna, tidak perlu dibagikan kepada organisasi.
Namun hal yang membuat perdebatan seperti sekarang ini adalah taxi online tidak termasuk kedalam organda, jika tidak termasuk ke dalam organda maka mereka juga tidak perlu membayar pajak kepada pihak pemerintah. Nah karena alasan ini juga mengapa Taxi online lebih murah dibandingkan dengan taxi organda. Jika taxi organda semakin lama, semakin tidak dapat bersaing dengan taxi online maka kemunkinan nama taxi organda pun akan semakin meredup.
Lantas bagaimana CEO / Pendiri angkutan berbasis aplikasi ini mendapat keuntungan?
Pasti, diantara kalian masih bingung darimana mereka mendapatkan keuntungan, padahal keuntungan yang di dapat adalah untuk supir/ojek online tersebut. Nah para pendiri ini mendapatkan keutungan dari pengguna aplikasi tersebut jadi, sistemnya adalah semakin banyak pengguna aplikasi angkutan online ini maka semakin banyak profit yang ia hasilkan.
Jika kita masih ragu untuk memulai usaha atau tidak, lebih baik teman-teman pikirkan lagi mau jadi apa kelak kita di umur 40-60 thn. Apakah hanya mengandalkan uang pensiun yang bekerja dari pagi hingga malam dan berhenti bekerja pada umur 50 thn. Kita harus berani membuat hal yang baru, harus berani bermimpi, dan harus berani mendapatkan mimpi kita imajinasi kita serta angan-angan kita.
Sekian tulisan dari saya pada kuliah ke-2 kali ini, Assalamualaikum wr.wb




0 komentar:
Posting Komentar