Selasa, 29 Maret 2016

Perbedaan Enterepreneur dengan UKM ( Usaha Kecil Menengah ) Tugas Entrepreneur #1




Assalamualaikum wr.wb.
Salam sejahtera bagi kita semua, karena pada kesempatan kali ini saya masih diberikan umur panjang untuk bisa menulis blog ini di kuliah saya yang ke-3 ini . Di kuliah yang ke-3 ini saya beserta kelompok akan merangkum serta membahas perbedaan antara Entrepreneur ( Pengusaha ) dengan UKM ( Usaha Kecil Menengah ) dimana saya dan kelompok diminta oleh dosen pembimbing saya untuk terjun langsung ke lapangan dan bisa berwawancara dengan salah satu pemilik UKM, beliau adalah seorang Tukang Susu Kedelai.

Beliau adalah seorang pemilik UKM Susu Kedelai bernama Salman Soedibjo (42), Beliau berjualan susu kedelai sejak 5-6 tahun silam, kurang lebih pada tahun 2010. Sebelum beliau terjun ke dunia UKM, beliau adalah seorang supir metromini yang telah bekerja selama 10 tahun. Latar Belakang beliau adalah Beliau merupakan tamatan Sekolah Dasar (SD) dilahirkan dari keluarga sederhana, saat ini beliau memiliki satu rumah cukup layak di daerah Depok, memiliki 1 orang istri dan 4 orang anak. Beliau bercererita alasan meninggalkan kehidupan sebagai supir metromini, dikarenakan :

  • Adanya kejenuhan dalam menjalankan pekerjaan tersebut.
  • Adanya keinginan untuk hidup yang lebih baik lagi, terutama dalam sektor ekonomi
  • Tuntutan menafkahi keluarga
Dan ini sedikit informasi dari beliau megenai UKM yang saat ini ia tekuni :

  1. Modal untuk membangun UKM ini adalah modal yang ia kumpulkan dari menjadi supir metromini selama 10 tahun itu.
  2. Modal awal untuk membangun UKM tersebut 3-4 juta (tahun 2010)
  3. Dalam sehari beliau dapat menjual 200-250 porsi susu kedelai.
  4. Laba kotor perhari 550-600 ribu atau dengan kata lain Laba bersihnya sekitar 200-300 ribu per hari.
Lingkungan tempat tinggal serta kerabat-kerabat beliau juga UKM seperti beliau hanya saja jenis usaha yang dijalankannya berbeda. Dalam segi pendidikan pun tidak berbeda jauh dengan beliau.

Selanjutnya saya akan mengambil salah satu tokoh inspiratif saya beserta kelompok yaitu seorang Entrepreneur asal Indonesia yang bernama Anthony Salim.



Anthony Salim atau biasa dikenal dengan nama Liem Hong Sien, merupakan salah satu orang yang masuk kedalam 10 Tokoh  Bisnis yang paling berpengaruh pada tahun 2005 oleh Warta Ekonomi.
Predikat itu diberikan kepada dirinya karena keberhasilannya membangun kembali Salim Group, yang saat itu mengalami kegagalan akibat krisis ekonomi di tahun 1998. Anthony Salim lahir dari keluarga yang tergolong mapan, Ayahnya Sudono Salim adalah pemimpin dari Salim Group yang akhirnya diteruskan oleh Anthony Salim sendiri.

Salim Group sebenarnya telah mengalami masa keemasannya sebelum krisis moneter di tahun 1998. Bahkan majalah Forbes pernah menobatkan pendiri Salim Group tersebut sebagai orang terkaya di Indonesia. Namun saat krisis moneter melanda perusahaannya, Salim Group banyak memiliki hutang hingga mencapai 55 triliyun rupiah. Anthony Salim yang pada waktu itu memegang kekuasaan harus melunasi hutang-hutangnya dengan menjual beberapa perusahaan yang dimilikinya di antaranya PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA, dan PT Indomobil Sukses Internasional.


Meskipun demikian Anthony Salim memiliki beberapa perusahaan besar yang tidak dia jual. Perusahaan tersebut antara lain PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills. Kedua perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil mie instant dan tepung terigu terbesar di dunia.

Berkat usahanya membangun perusahaan mie instant dan tepung terigu Anthony Salim pernah dinobatkan sebagai taipan terkaya nomor 3 di Indonesia oleh majalah Globe Asia. Dimana kekayaannya mencapai 27 triliyun rupiah. Hal ini dikarenakan Anthony Salim memiliki banyak saham baik listed maupun non listed.

Perusahaan paling penting yang dimiliki oleh Anthony Salim adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills. Produknya telah terkenal di masyarakat Indonesia bahkan dunia. Contohnya saja adalah mie instant. Pasti kebanyakan orang di Indonesia sudah banyak yang mengenal mie instant indomie, supermie, dan sarimie. Ketiga jenis mie ini pernah menjadi favorit banyak orang di Indonesia. Selain itu produk Tepungnya seperti bogasari segitiga biru, kunci biru, dan cakra kembar, mendominasi pemasaran di pasar Indonesia. Bahkan minyak goreng Bimoli dan Simas Palmia juga milik Anthony Salim. Tak kalah dengan produk susu yang telah lama dikenal yaitu Indomilk. Adalah produk dari PT Indolakto yang merupakan anak perusahaan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bogasari Flour Mills.



Dalam masalah bisnis Anthony Salim memiliki prinsip bisnis untuk PT Indofood. Prinsipnya adalah Anthony Salim ingin tetap PT Indofood tetap berinovasi dan berekspansi. Bahkan untuk mendukung prinsipnya itu Anthony Salim bekerja sama dengan  Nestle S.A untuk memperbesar pangsa pasar yang semakin sulit untuk ditembus. Untuk melancarkan bisnisnya tersebut, Anthony Salim berani untuk menyetor sebanyak 50% dari saham. Strateginya dalam memimpin perusahaan tergolong berhasil. Dia yakin dengan adanya komunikasi yang baik dengan karyawan maka kinerja perusahaan bisa fokus dan menghasilkan.

Dalam kisah dua tokoh yang berbeda diatas, kami dari kelompok 7 ingin memberikan sebuah kesimpulan perbedaan diantara dua tokoh tersebut. Yaitu antara pemilik UKM dengan Entrepreneur sejati adalah :

1. Capital ( Modal )
    Pelajaran yang dapat kita ambil adalah bahwa modal adalah hal yang paling utama dan sangat menentukan besar kecilnya perusahaan atau pun usaha yang kita tekuni. Sebagai contoh dimana Bapak Salman yang hanya pedagang susu kedelai hanya mendapatkan modal untuk membuka sebuah UKM dari menjadi seorang supir metromini selama 10 tahun. Lain halnya dengan Anthony Salim dimana beliau mendapatkan dua buah ibu perusahaan dari Ayahnya. Dimana omset kedua perusahaan tersebut mencapai triliyunan rupiah.

2. Revenues (Pendapatan)
    Pendapatan adalah satuan ukur besar kecilnya suatu bisnis/usaha. Biasanya dalam jangka waktu sehari saja para UKM hanya mengantongi pendapatan < 1 juta. Berbeda halnya dengan entrepreneur / pembisnis dimana dalam jangka waktu sehari mereka dapat menghasilkan puluhan hingga milyaran rupiah.

3. Goal ( Tujuan )
    Terlihat jelas diantara UKM dan seorang entrepreneur dimana tujuan mereka memulai bisnis sangat berbanding terbalik. Jika pemilik UKM / seperti halnya bapak Salman mereka berbisnis hanya sekedar agar dapat makan sehari-hari atau bisa menafkahi keluarga, tanpa berfikiran untuk mengembangkan bisnisnya lebih besar lagi. Berbeda dengan seorang Entrepren kebanyakan dari mereka berbisnis adalah untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi orang lain serta mengembangkan bisnis tersebut ke bisnis lainnya. Akibat akan hal itu bisnis seorang Entrepren terlihat lebih cepat maju dan berkembang.

4. Experience (Pengalaman)
    Tentu saja berbeda seseorang yang telah menggeluti bisnisnya selama bertahun-tahun dengan yang hanya baru beberapa tahun saja. Adanya pengalaman di lapangan, membutuhkan jam terbang yang panjang. Kita ambil contoh perusahaan yang keluarga Salim Pimpin sejak 1972 hingga sekaran ini. berbeda dengan Pak Salman yang baru memegang usahanya sekitar 5-6 tahun.

5. Organization (Organisasi)
    Biasanya bagi pembisnis-pembisnis kelas kakap atau pembisnis besar di dalam struktur keorganisasiannya pun, dibuat sedemikian rupa kompleks serta rapih dan terukur. Semua pekerjaan dijalankan berdasarkan kemampuan di bidangnya sesuai dengan pekerjaan masing-masing. Berbeda dengan pemilik UKM dimana tidak dapat struktur keorganisasian, semua pekerjaan di pegang dan dijalankan sendiri, tanpa memiliki team atau apapun itu.

6. Employee (Karyawan)
   Biasanya yang menentukan dia seorang entrepren atau bukan adalah bahwa ia yang memiliki bisnis tersebut, tetapi dia tidak ikut serta menjalankannya. Seorang Entrepren mimiliki karyawan / bawahan dengan kata lain dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya mereka sangat membutuhkan orang lain yang lebih ahli di bidangnya, lain halnya dengan UKM dimana pemilik sekaligus yang menjalankan bisnis tersebut, tidak ada karyawan, semuanya dijalankan sendiri.

Sekian pembelajaran sedikit dari kelompok 7.
Wassalamualikum wr.wb



Senin, 21 Maret 2016

Organda Vs Angkutan Berbasis Aplikasi #Kuliah 2


Assalmualikum wr.wb

Salam sejahtera bagi kita semua, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah pengetahuan sekaligus pembelajaran bagi kita semua, setelah apa yang saya dapatkan serta pahami pada kuliah yang ke-2 kali ini.

Pada tulisan saya sebelumnya kita semua telah mengetahui dengan benar "siapa sih Entrepreneurship itu?" Jika kita review kembali ke tulisan saya sebelumnya Entrepreneurship adalah seseorang yang berhasil menciptakan uang tanpa digaji/di upah oleh siapapun serta dapat menciptakan lapangan perkerjaan bagi orang lain.

Namun, di lain sisi Entrepreneurship juga dapat dikatan sebagai seseorang yang dapat melihat potensi / bisnis di masa yang akan datang. Artinya adalah bahwa seorang entrepren harus bisa membaca situasi ataupun peluang bisnis apa, yang akan dia kerjakan di kemudian hari ataupun di masa depan.



Pada Era sekarang ini, dimana teknologi sudah berkembang sangat pesat dari sebelumnya. Segalanya bisa didapatkan dengan mudah hanya dengan memegang sebuah smartphone yang terhubung pada jaringan internet. Hal ini di manfaatkan oleh salah seorang CEO  dari pendiri Angkutan berbasis aplikasi ini, kita lebih mengenalnya dengan ojek online. Mereka memasukkan atau mengkombinasikan antara jasa transportasi dengan internet serta ilmu Informatika. Mereka menghubungkan di mana customer (pelanggan) dapat memesan jasa transportasi hanya dengan sebuah aplikasi yang ada di smartphonenya, setelah itu jasa transportasi akan mendatangi customer tersebut. Tak hanya ojek saja, salah satu perusahaan Ojek online mengembangkan jasa transportasinya ke tingkat yang lebih tinggi, misalnya saja Angkutan Mobil online atau kita mengenalnya dengan Grabcar di Indonesia.


Lalu bagaimana nasib Organda (Organisasi angkatan Darat) di Indonesia ini? Haruskah dimatikan, setelah bertahun-tahun menemani kita sebagai jasa transportasi di Indonesia?

Memang jika dalam konteks di atas kita dapat mengkritisi bahwa Grabcar maupun taxi uber lebih banyak memiliki keunggulan dibandingkan taxi Organda. Pertama, dalam segi efisiensi. Kedua, lebih mudah di dapat. Kemudian yang terakhir biaya / ongkos yang lebih murah.

Kenapa Bisa Lebih Murah Taxi Online dibanding taxi organda?
Ya, tentu saja ini dikarenakan taxi organda berbasis organisasi, karena ia berbasis organisasi maka profit  yang dihasilkan dibagi juga untuk organisasinya. Beda halnya seperti Taxi Online dan taxi uber lainnya, mereka tidak berbentuk sebuah organisasi. Nah, karena tidak berbentuk organisasi, maka profit yang dihasilkan sempurna, tidak perlu dibagikan kepada organisasi. 

Namun hal yang membuat perdebatan seperti sekarang ini adalah taxi online tidak termasuk kedalam organda, jika tidak termasuk ke dalam organda maka mereka juga tidak perlu membayar pajak kepada pihak pemerintah. Nah karena alasan ini juga mengapa Taxi online lebih murah dibandingkan dengan  taxi organda. Jika taxi organda semakin lama, semakin tidak dapat bersaing dengan taxi online maka kemunkinan nama taxi organda pun akan semakin meredup.

Lantas bagaimana CEO / Pendiri angkutan berbasis aplikasi ini mendapat keuntungan?
Pasti, diantara kalian masih bingung darimana mereka mendapatkan keuntungan, padahal keuntungan yang di dapat adalah untuk supir/ojek online tersebut. Nah para pendiri ini mendapatkan keutungan dari pengguna aplikasi tersebut jadi, sistemnya adalah semakin banyak pengguna aplikasi angkutan online ini maka semakin banyak profit yang ia hasilkan.




Banyak pelajaran yang kita dapat ambil dari para pembisnis Ojek Online bahwa kita harus lebih jelih atau pun kritis dalam melihat sebuah peluang bisnis di masa mendatang. Pada akhirnya tidak ada grafik mendatar kesamping bagi pengusaha / pembisnis, yang ada hanya grafik lurus ke atas.

Jika kita masih ragu untuk memulai usaha atau tidak, lebih baik teman-teman pikirkan lagi mau jadi apa kelak kita di umur 40-60 thn. Apakah hanya mengandalkan uang pensiun yang bekerja dari pagi hingga malam dan berhenti bekerja pada umur 50 thn. Kita harus berani membuat hal yang baru, harus berani bermimpi, dan harus berani mendapatkan mimpi kita imajinasi kita serta angan-angan kita.

Sekian tulisan dari saya pada kuliah ke-2 kali ini, Assalamualaikum wr.wb 

Kamis, 03 Maret 2016

Siapa Entrepreneurship itu? #Kuliah 1



Entrepreneurship (wira usahawan) adalah seseorang yang berhasil menciptakan uang tanpa di gaji / diupah oleh siapapun yang dilakukan oleh seseorang maupun organisasi dan bisa menciptakan lapang pekerjaan yang baru bagi orang lain. Tidak mudah untuk bisa menjadi seorang wirausaha, itu dikarenakan seorang wirausaha harus mengetahui dengan benar keahlian apa, dan passion apa yang dimiliki di dalam dirinya sendiri, agar usahanya dapat berkembang dan memberikan kemajuan.

Di Indonesia sendiri telah banyak pengusaha-pengusaha yang sukses menggeluti usahanya hal itu dikarenakan mereka semua menjalankan usahanya sesuai dengan passion / minat bakat yang tertanam dalam dirinya sendiri. Dan untuk menjadi seorang wirausaha seseorang harus memiliki jiwa wira usaha. Jika tidak memiliki hal tersebut maka usahanya pun tidak akan dapat berkembang ataupun memberikan kemajuan apapun.

Kebanyakan orang di Indonesia hanya melihat dengan sebelah mata bahwa seorang wirausaha (pembisnis) itu pasti sukses, banyak uang, banyak mobil, hidup mewah dll tanpa mereka ketahui, bahwa perjuangan mengembangkan suatu bisnis dari angka NOL hingga SUKSES membutuhkan perjuangan yang amat menyakitkan. Dalam mengembangkan sebuah usaha /bisnis dibutuhkan sifat disiplin, pantang menyerah, inovatif dan kreatif yang tinggi, serta tidak tertutup pada perkembangan teknologi.

Pada era sekarang ini, dimana teknologi telah melalui perkembangan yang sangat pesat dan juga canggih.  Adanya kemajuan di bidang komunikasi ini memang memberikan dampak positif bagi masyarakat yang menggunakannya. Adanya kemudahan dalam melakakukan komunikasi pada saat ini, ternyata dijadikan sebuah peluang bisnis bagi para wira usahawan untuk meluncurkan ide-ide baru ataupun mengembangkan bisnisnya. Misalnya saja Ojek Online dimana mereka memanfaatkan suatu kecanggihan teknologi yang bisa dikombinasikan dengan jasa ojek. Sungguh ide yang brilliant dengan melihat peluang bisnis secara detail dan kritis.

Nah, dengan adanya kecanggihan teknologi tersebut, mungkin masyarakat saat ini sebagian besar mengenalnya dengan Internet. Semua bisa di akses dengan mudah tidak diharuskan menggunakan komputer tetapi bisa juga dengan Laptop, bahkan smartphone yang ukurannya lebih kecil bila dibandingkan dengan komputer. Hal ini menjadikan para pengusaha-pengusaha sekarang ini bisa menghasilkan uang hanya dengan berdiam diri didalam rumah saja. Tiap detik yang mereka habiskan dibayar dengan uang padahal hanya berdiam diri saja. Mereka hanya perlu mengembangkan bisnisnya lewat internet yang di akses hanya dengan sebuah Smartphone.

Menjadi Pembisnis? Harus kah?

Pertanyaan yang sederhana tapi sangat mendalam. Pembisnis / entrepreneurship adalah seseorang yang menginginkan kehidupan financial yang lebih baik tanpa terpaku pada gaji pokok atau pun uang pensiun dan tanpa harus bekerja 8 jam setiap harinya tidak memiliki atasan ataupun seorang boss. Seorang wirausaha tidak diharuskan memiliki jenjang pendidikan yang tinggi, tidak harus Sarjana (S1), Master Magister (S2), Bahkan S3, tetapi setiap orang bisa dan mampu menjadi seorang wirausaha. Tidak diharuskan dari lulusan Akuntansi atau pun Manajemen, tetapi dari lulusan apapun bisa menjadi seorang entrepreneurship.

Sebenernya tidak di haruskan pula setiap orang menjadi pengusaha, hanya orang-orang yang ingin mempernbaiki keadaan financialnya saja. Sebagian besar orang menganggap bahwa berbisnis itu membutuhkan Capital / Modal yang besar. Hal ini tentu menjadi peresepsi dan pandangan setiap orang menjadi salah terhadap suatu Bisnis. Tanpa banyak kita ketahui, ternyata berbisnis itu tak selamanya membutuhkan modal yang besar.

Tanpa kita sadari bahwa menjadi seorang wirausaha adalah pekerjaan mulia. Kenapa?



Karena dengan kita berwirausaha kita membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain. Bukan malah menghabiskan lapangan pekerjaan yang sudah sempit seperti sekarang ini, dengan persaingan yang sangat ketat dan terbatas. Tanpa kita sadari dengan kita berwirausaha kita dapat mengembangkan SDM di Indonesia ini. Terlebih lagi di tahun 2016 ini telah terjadi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) di mana tenaga kerja asing bebas keluar masuk Indonesia dan memperparah persaingan antar tenaga kerja di Indonesia.

Jika bisnis yang dijalankan sudah berkembang dan telah mengalami kemajuan, maka seorang Pengusaha dapat dikatan sebagai Entrepreneurship sejati, jika seorang wirausaha dapat menciptakan wirausahawan-wirausahawan yang baru. Jika tidak dapat menciptakan Entrepren-Entrepren yang baru maka seorang wirausaha belum dapat dikatakan sebagai Entrepreneurship sejati. Hal ini tentu tidak mudah dibutuhkan leader yang berkualitas dengan jiwa wirausaha yang tinggi.

Disamping itu dari beberapa perusahaan yang sudah berkembang pesat, mereka tidak melupakan tentang bersedekah, akan jati dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Biasanya perusahaan-perusahaan itu memberikan sumbangan sebagian dari profit mereka kepada tempat ibadah, Panti Asuhan dll.

Sekian dari saya, terima kasih telah membaca tulisan ini. See you next time...